TENTANG ANTHURIUM
Anthurium merupakan jenis tanaman hias yang berasal dari Amerika Latin yang tidak hanya disukai di Indonesia, tetai juga di beberap negara tropis lainnya. Bahkan satu dari 800 jenis Anthurium yang ada telah dijadikan sebagai bunga nasional di kawasan Hawaii, Pasific. Dan karena kemolekan daunnya, Anthurium dikenal sebagai Si Raja Daun.
Gelombang Cinta (Wafe of Love)
Berdasarkan karakternya, Anthurium dibedakan menjadi dua yaitu Anthurium batang panjang, misanya Anthurium Keris dan Anthurium corong. Jenis yang satu lagi adalah Anthurium batang pendek, misalnya Wave of Love (Gelombang Cinta), Jemanii, dan Hookeri. Pada saat booming Anthurium, yang paling mahal hingga mencapai ratusan juta bahkan sampai milliaran rupiah adalah Anthurium Jemanii.
Tetapi yang menjadi idola para pencinta bunga adalah Anthurium Wave of Love atau si Gelombang Cinta. Gelombang Cinta mempunyai harga yang terjangkau dan mudah dijual ulang dan juga paling banyak diburu para pencinta bunga.
Perawatan Anthurium
Anthurium termasuk tanaman yang mudah beradaptasi dan tidak rewel asal dirawat dengan baik. Agar Anthurium dapat tumbuh dengan baik perlu terlebih dahulu memahami karakteristik tanaman ini. Ada lima unsur utama yang harus diperhatikan yaitu sinar matahari, suhu udara, kelembapan, sirkulasi udara dan media tanam.
Sinar matahari
Anthurium meski tidak membutuhkan banyak sinar matahari, tetapi harus tetap terkena sinar, minimal 30% sinarnya masuk menyinari kebun. Sebab bila kekurangan sinar otomatis daun akan memanjang untuk mencari sinar. Akibatnya struktur daun dipastikan akan berubah dan mempengaruhi keindahan. Namun kelebihan sinar juga akan menyebabkan daun terbakar dan akhirnya kering. Anthurium Gelombang Cinta lumayan tahan terhadap matahari, dengan batas toleransi sekitar 35%.
Jadi bila ingin meletakkan Anthurium di luar ruangan, usahakan gunakan peneduh seperti paranet untuk meredam sinar matahari, dan bila ingin memajang di dalam ruangan, maka usahakan ruangan tersebut masih terang tersinari oleh matahari. Dan bila tidak bisa maka dapat dibantu dengan lampu fluorescent untuk menghindari daun berwarna pucat dan kusam. Dianjurkan untuk membawa Anthurium keluar ke sinar matahari minimal satu minggu sekali.
Suhu udara dan kelembapan
Unruk suhu, diusahakan mendekati 22 - 28 derajat celcius. Dengan suhu yang optimal maka klorofil akan berkembang maksimal sehingga warna yang ditimbulkan akan semakin tajam dan mengkilat. Jika ingin warna daunnya bagus dapat juga dengan memberi suplemen daun atau dengan menyemprotnya dengan susu cair, dibiarkan sebentar dan kemudian di lap dua hari sekali. Dengan tip tersebut, Anthurium akan mempunyai daun yang hijau pekat, namun tajam dan mengkilat.
Kelembapan diharapkan pada sekitar 80-90% untuk menghindari kerusakan.
Media tanam
Media tanam yang dianjurkan adalah capuran pakis, pasir malang, sekam bakar, dan humus. Komposisinya adalah 60% pakis, 10% pasir malang, 10 % sekam bakar dan 20% humus. Media tersebut dapat dicari di tempat penjual tanaman hias.
Dengan perawatan yang baik, maka akan menghasilkan Anthurium yang indah, sedap dan berkilat. Walau demikian, tetap hindari kematian. Resiko kematian Anthurium mencapai 30%, dengan tip seperti di atas maka dapat ditekan sampai tinggal 10%. Bukan berarti tidak ada lagi resiko kematian.
Resiko lain misalnya hama. Jika Anthurium kena hama, daun akan berubah seperti berwarna kekuningan. Mencegahnya dapat dengan menyemprotkan pestisida seminggu sekali sebagai pencegahan atau sebagai pengobatan bila sudah terkena hama.
Cara Membersihkan Daun Agar Tetap Cemerlang
Daun merupakan kekuatan dari Anthurium. Maka bagian ini harus paling diperhatikan. Untuk membuat lebih cerah dapat menggunakan cara sebagai berikut:
Gunakan pengkilap daun (Leaf Shiner). Caranya , pertama bersihkan daun Anthurium dengan air bersih kemudian semprot dengan Leaf Shiner, lalu lap dengan kain lembut. Lakukan penyemprotan minimal sebulan sekali. Jangan terlalu sering karena daun akan tampak menggulung.
Cara kedua adalah dengan susu murni. Seminggu sekali, lap daun-daun dengan kain basah, dan oles dengan susu murni, setelah dibersihkan dengan air bersih. Cara ini lebih aman daripada dengan Leaf Shiner. Penggunaan susu sapi murni akan membuat daun terlihat segar dan berkilat alami.
Terakhir, setiap minggu bersihkan daun Anthurium dengan air sabun dan buang semua kotoran, kemudian lap dengan kain lembut. Selain mudah dan murah, hal ini juga akan mengurangi resiko hama.
Sumber : riasdapur.blogspot.com
Anthurium
Anthurium
Bursa Jual Beli Bibit Dan Tanaman Anthurium Koleksi
Hubung Farida Ningsih Di 021-73888872 ,021-70692409
Hubung Farida Ningsih Di 021-73888872 ,021-70692409
Tampilkan postingan dengan label anthurium. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anthurium. Tampilkan semua postingan
Rabu, 25 Juni 2008
Senin, 23 Juni 2008
ANTHURIUM
ANTHURIUM
ANTHURIUM
Kalau Aglaonema dikenal dengan julukan “Si Ratu Daun” maka pantas bila Anthurium dikenal dengan julukan “Si Raja Daun”. Sosok tanaman ini mempunyai daun yang kokoh dan kompak yang melambangkan kekuatan dan pengayoman. Tak heran bila di masa lalu, Anthurium banyak dijadikan tanaman hias di istana kerajaan-kerajaan di tanah Jawa.
Tanaman Anthurium termasuk jenis tanaman primadona di kalangan pecinta tanaman hias, karena Anthurium memiliki kesan yang mewah dan eklusif.
Setiap individu Anthurium mampu menonjolkan ragam karakternya sehingga membuat orang gemas untuk mengoleksinya. Maka tidak dipungkiri lagi, jika bisnis Anthurium mampu berkembang pesat menyaingi bisnis tanman hias lainnya, seperti Aglaonema atau Adenium. Lebih-lebih dengan dihasilkannya hibrid-hibrid baru yang lebih anggun, unik, gagah dan berpenampilan fantastis.
Bentuk bunga yang sangat unik, yang berbentuk seperti ekor, daunnya tebal, kaku dan berwarna hijau serta penampilan daun yang khas bervariasi seperti berbentuk jantung, lonjong, bundar, atau lancip. Tekstur daunnya beragam, halus, bergelombang hingga keriting menjadi daya tarik tersendiri bagi penggemar tanaman hias.
Tanaman Anthurium berkembang pesat di daerah yang beriklim tropis, seperti di sebagian Benua Amerika, dan Benua Asia termasuk di Indonesia. Diperkirakan spesies Anthurium telah mencapai lebih dari seribu jenis. Di Indonesia, Anthurium yang paling digemari konsumen antara lain: Anthurium Jemani, Anthurium Hokeri, Anthurium Plowmani Croat, yang dikenal sebagai Anthurium Gelombang Cinta, Anthurium Keris, Anthurium Superboom dan Anthurium Neo Superboom serta jenis-jenis hibrid yang lain.
Di alam, tanaman Anthurium tumbuh di seresah-seresah batang yang telah membusuk, di bawah rindangnya pepohonan hutan dan ada juga yang tumbuh menempel pada tanaman lain yang bersifat epifit. Tanaman ini mampu tumbuh baik bila mendapat naungan. Sehingga sangat cocok sebagai hiasan dalam ruangan rumah, kantor, hotel serta halaman rumah.
Tanaman yang tergolong pada keluarga Araceae ini sebenarnya sudah banyak dikenal oleh penggemar tanaman hias cukup lama, Namun akhir-akhir ini jenis tanaman Anthurium ini semakin diminati oleh konsumen karena cara pembudidayaannya tidak menuntut keterampilan yang khusus. Perawatan tanaman ini tidak sulit karena tidak rakus pada unsur hara. Di alam tanaman ini tumbuh di atas batang yang membusuk ditambah siraman air hujan, hal ini sudah memberikan kondisi yang baik untuk pertumbuhannya.
Sumber : tamanbunganet.wordpress.com
ANTHURIUM
Kalau Aglaonema dikenal dengan julukan “Si Ratu Daun” maka pantas bila Anthurium dikenal dengan julukan “Si Raja Daun”. Sosok tanaman ini mempunyai daun yang kokoh dan kompak yang melambangkan kekuatan dan pengayoman. Tak heran bila di masa lalu, Anthurium banyak dijadikan tanaman hias di istana kerajaan-kerajaan di tanah Jawa.
Tanaman Anthurium termasuk jenis tanaman primadona di kalangan pecinta tanaman hias, karena Anthurium memiliki kesan yang mewah dan eklusif.
Setiap individu Anthurium mampu menonjolkan ragam karakternya sehingga membuat orang gemas untuk mengoleksinya. Maka tidak dipungkiri lagi, jika bisnis Anthurium mampu berkembang pesat menyaingi bisnis tanman hias lainnya, seperti Aglaonema atau Adenium. Lebih-lebih dengan dihasilkannya hibrid-hibrid baru yang lebih anggun, unik, gagah dan berpenampilan fantastis.
Bentuk bunga yang sangat unik, yang berbentuk seperti ekor, daunnya tebal, kaku dan berwarna hijau serta penampilan daun yang khas bervariasi seperti berbentuk jantung, lonjong, bundar, atau lancip. Tekstur daunnya beragam, halus, bergelombang hingga keriting menjadi daya tarik tersendiri bagi penggemar tanaman hias.
Tanaman Anthurium berkembang pesat di daerah yang beriklim tropis, seperti di sebagian Benua Amerika, dan Benua Asia termasuk di Indonesia. Diperkirakan spesies Anthurium telah mencapai lebih dari seribu jenis. Di Indonesia, Anthurium yang paling digemari konsumen antara lain: Anthurium Jemani, Anthurium Hokeri, Anthurium Plowmani Croat, yang dikenal sebagai Anthurium Gelombang Cinta, Anthurium Keris, Anthurium Superboom dan Anthurium Neo Superboom serta jenis-jenis hibrid yang lain.
Di alam, tanaman Anthurium tumbuh di seresah-seresah batang yang telah membusuk, di bawah rindangnya pepohonan hutan dan ada juga yang tumbuh menempel pada tanaman lain yang bersifat epifit. Tanaman ini mampu tumbuh baik bila mendapat naungan. Sehingga sangat cocok sebagai hiasan dalam ruangan rumah, kantor, hotel serta halaman rumah.
Tanaman yang tergolong pada keluarga Araceae ini sebenarnya sudah banyak dikenal oleh penggemar tanaman hias cukup lama, Namun akhir-akhir ini jenis tanaman Anthurium ini semakin diminati oleh konsumen karena cara pembudidayaannya tidak menuntut keterampilan yang khusus. Perawatan tanaman ini tidak sulit karena tidak rakus pada unsur hara. Di alam tanaman ini tumbuh di atas batang yang membusuk ditambah siraman air hujan, hal ini sudah memberikan kondisi yang baik untuk pertumbuhannya.
Sumber : tamanbunganet.wordpress.com
Langganan:
Postingan (Atom)
Kata-kata Hikmah..!
Jelang Pemilu, Jangan Golput !
Di Pemilu 2009
